Dewi Nadhipah, yang dari kecil memiliki impian dan cita-cita menjadi pedangan atau berbisnis ini. Hobi untuk berkomunikasi sehingga dari ngobrol dan berdiskusi, sangat penting pengaruhnya untuk memperbanyak jaringan bisnis ujuar Dewi. Selain itu sempat bekrja sehingga memiliki pengalaman dalam menyeleksi dan terkait SDM. Selain itu karena saya senang bekerja tidak terkiat atau kantoran sehingga memutuskan diri untuk berbisnis. Berawal dari pertemuan dengan beberpa penjahit dan desainer sehingga saya mencoba membuat konsep dan menyatukan teman-teman saya untuk mendirikan “Raismi”. Raismi adalah brand yang menyediakan gaun pernikahan – gaun untuk pernikahan dan gaun pesta. Produk dari Raismi ini  disewakan oleh Dewi kepada konsumennya. Kedepan Dewi pun mengembangkan produk jadi untuk gaun pesta untuk langsung digunakan konsumennya.

Hambatan yang dialami saat ini dalam menjalani Raismi adalah terkait dengan pemasaran, karena untuk saat ini saya belum ada orang khusus yang handle untuk marketing dan sales untuk Raismi, sehingga masih mengandalkan dari teman dan relasi yang dekat saja.
Saya merasa senang apabila sudah menghasilkan produk atau karya yang bagus, dapat diakui dan memberikan lapangan pekerjaan kepada orang sekitar kita.
Hal ini juga tidak lepas dari dukungan keluarga, suami, teteh dan komunitas, yang selalu memberikan semangat dan berbagai ilmu yang luar biasa, terkait dengan bisnis yang kita jalani.

Untuk menghadapi persaingan terutama dengan barang kompetitior, Dewi merasa kwalitas dan inovasi yang harus lebih berasaing dan di dukung dengan kemapuan IT atau teknologi yang kuat menjadi factor utama. Sehingga produk yang kita hasilkan akan di hargai karena dibuat dengan rasa dan sepenuh cinta.
Sehinga jangan takut untuk berbisnis, ketika kita berkarya, kita harus bahagia dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Ketika berkarya bisa di mulai dari mana saja yang penting kita mampu dan mengusai apa yang menjadi focus kita, untuk bisa melompat maka teruslah membangun kerjasama dan kolaborasi dengan orang lain dan pihak lain seperti Fesmus.com sehingga bisa tumbuh dan maju bersama. Dalam berbisnsi saya masih belajar, masih jauh dibawah target. Namun kita harus tetap belajar, jangan pernah mundur dalam mewujudkan mimpi. Sehingga suatu saat brand kita bisa diakui dan dicari orang. Tandas Dewi untuk Fesmus blog (Fesblog) .

Wadrobe Photo Gaun Raismi
Model Shabrini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *