Gaya hidup sehat adalah dambaan semua orang,  dengan menjaga asupan makanan minuman dan olah raga serta istirahat yang cukup. Kadang kala gaya hidup kita tidak sehat sehingga perlu melakukan diet. Salah satu diet ketofastosis, mungkin terdengar asing di telinga sebagian orang termasuk kalian. Diet ini merupakan jenis dan metode diet baru yang dikembangkan berdasarkan sebuah jenis dan metode diet lain yaitu ketogenik. Berbeda dengan diet ketogenik, jenis diet yang satu ini sangatlah ekstrim bagi sebagian besar orang. Ada beberapa bahan wajib yang harus disiapkan, sesekali menguras tenaga untuk mencarinya. Tapi kamu tidak perlu khawatir, karena saat ini kamu dapat menemukannya dengan mudah. Berkat kecanggihan tekhnologi, kini diet ini sangatlah viral. tidak hanya dikalangan wanita tapi juga pria. Karena manfaatnya yang sangat menguntungkan. Bagi wanita, mereka memilih diet ini demi tubuh yang indah. Dan bagi pria, mereka memilih diet ini karena kesehatan stamina.

Bagaimana cara nya?
Dan untuk kamu yang belum tahu betul mengenai diet ketofastosis berikut penjelasannya. Diet ketofastosis yaitu metode diet gabungan dari diet ketogenik dan fastosis. Seperti yang kamu tahu jika ketogenik menggunakan diet dengan pola makanan rendah karbohidrat dan tinggi lemak serta protein sedang. Maka fastosis adalah fasting on ketosis yang artinya puasa disaat kamu mengalami fase ketosis. Lamanya puasa berkisar 6- 12 jam lebih.

Yuk langsung ke tata caranya…
3 fase dalam Ketofastosis, pemula dimulai dari fase induksi.

Induksi
Langkah-langkah fase induksi

  1. Persiapkan Immunator Honey (IH), Virgin Coconut Oil (VCO) dan teh hijau.
  2. Stop makan jam 8 malam, dna buka puasa jam 12 siang.
  3. Selama jendela puasa sejak jam 8 malam hingga jam 12 siang esoknya, hanya boleh masuk : IH, VCO, Air puti, kopi/the (tanpa gula/pakai diabetasol?, air kaldu (wajib untuk underweight)
  4. Sejak ja 12 siang saat buka hingga jam 8 malam, itu adalah jendela makannya
  5. Apa uang dimakan berasal dari sumber hewani (Ikan, ayam, telur, daging, seafood dsb), dengan syarat tidak ada Tepung, gula, kecap diproses masakannya/olahannya

*Tepung= semua jenis teping seperti terigu, sagu, maizena dsb (perhatikan dan teliti terhadap olahan tepung seperti bakso, sosis, kornet, siomay, nugget, dsb)
*Gula= semua jenis gula seperti gula pasir, gula batu, gula jawa, gula aren dsb
*Kecap= Kecap manis

  1. Bumbu masakan lain boleh, dan tidak berlebihan (bawang, jahe, kunyit dsb)
  2. Buah yang diperbolehkan hanya alpukat dan zaitun
  3. Sumber serat induksi : alpukat, cincau hijau, rumput laut, psyllium husk
  4. The hijau wajib diminum setiap selesai makan apapun dijendela makan
  5. Makan bias berkali-kali dijendela makan, dan bila sudah kenyang, berhenti makan
  6. Imunnator Honey (IH) diminum 4-6x ½ sendok the (dewasa) atau 4-6 ¼ sendok teh (anak-anak)
  7. Virgin Coconut Oil (VCO) diminum 4-6x 1 atau 2 sendok makan (dewasa) atau 4-6x ½ sendok makan (anak-anak)
  8. Selalu berusaha memperpanjang jam puasa dengan menunda buka puasa ke jam lebih sore

Contohnya stop makan jam 8 malam, lalu buka puasa jam 1 atau 2 siang. Sehingga jendela makan makin pendek dan membatasi kemampuan makan di jendela makannya.

  1. Setelah minimal 7 hari di Fase InduksiI< dan telah mendapatkan Gula Darah Puasa (GDP) <80mg/dl, maka bias lanjut ke Fase berikutnya, yaitu fase konsolidasi
  2. Control gula darah (GDP) per 3 hari atau per 7 hari selama di fase idnuksi, agar bias digunakan sebagai acuan pindah fase berikutnya, yaitu fase konsolidasi.

Fase konsolidasi

Stepnya masih sama seperti Fase Induksi namun ada yang membedakan saat meminum Immunator Honey (IH)

*IH diminum 2-3x ½ sendok teh (dewasa) atau 2-3x ¼ sendok teh (anak-anak). Kecuali untuk fungsi pengobatan atau bila ada gejala Healing Crisis berlangsung, maka dosisnya dinaikkan kembali ke 4-6 ½ sendok teh(dewasa)atau 4-6 ½ sendok teh(anak-anak)

Fase Maintenance
Stepnya masih sama seperti Fase Induksi dan Fase Konsolidasi namnun ada yang membedakan saat minum Virgin Coconut  Oil (VCO)

*VCO bias dilepas total dna bias mengandalkan rasio lemak yang diperbesar di makannya.

Terakhir ini…

Lakukan CALORIE CYCLING selama 1 minggu tiap bulan, dengan menurunkan jendela puasanya ke 16 jam seperti fase induksi. Hal ini dilakukan untuk mencegah perlambatan metabolism dan meningkatkan kembalo metabolism dengan menciptakan jendela makan yang lebih lebar, sehingga bias mendapatkan surplus kalori selama 1 minggu penuh, sebelum nantinya kembali lagi ke jendela puasa 20 jam di minggu-mingu berikutnya.

Okey terima kasih semoga bermanfaat, buat fesmuser semua. Luputan Dokter Tyo Prasetyo pada Annisa untuk fesmus blog (Fesblog) di fesmus.com

Instagram : @annisarrzq
Photo source pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *