Pada kesempatan kali ini fesblog akan menceritakan kisah Ibu Dr. Imas Soemaryani, SE., M.Si. atau biasa dikenal dengan Ibu Imas ‘Shibori’ dalam memulai usaha fesyen-nya. Apa sih itu Shibori? Shibori merupakan teknik menghias atau memperindah kain dengan mengikat, melipat, atau melilit kain yang kemudian dicelup ke dalam pewarna sehingga terbentuk motif-motif indah pada kain. Teknik shibori berasal dari Negara Sakura, Jepang.

Hobi travelling yang dimiliki oleh Ibu Dosen dengan dua orang putra putri ini sangat membantunya dalam mengembangkan inovasi produk-produk shibori-nya dengan melihat bagaimana aktivitas bisnis di dalam maupun di luar negeri. Sebelum menggeluti dunia fesyen shibori, Ibu Imas berprofesi sebagai seorang dosen tetap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung dan juga turut membina para UMKM yang tergabung dalam binaan Lembaga Manajemen FEB UNPAD. Pembinaan secara serius kepada para UMKM, membuat Ibu Imas yang mulai menyenangi ‘shibori’ kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri untuk dapat mengaplikasikan ilmunya di lapangan. Meskipun kini disibukkan dengan usaha produksi dan penjualan fesyen shibori-nya, Ibu Imas tetap tidak pernah absen dari kewajiban utamanya sebagai seorang dosen.

Kegemaran shibori Ibu Imas bermula sejak April 2017 saat mengikuti kegiatan workshop shibori yang diselenggarakan oleh Bandung Ladies Club (BLC) yang merupakan bagian dari Bisnisnya Pensiunan Telkom-group (BPTg). Tak disangka, hasil-hasil karya tangan shibori Ibu Imas ternyata memikat beberapa penggemar dan kolektor shibori untuk membelinya. Perasaan senang dan memuaskan dari hasil belajar membuat kain shibori yang ternyata cukup menghasilkan tersebut akhirnya membuat Ibu Imas memutuskan untuk mulai menekuni shibori lebih serius. Bersama dengan putrinya, Ibu Imas membangun usaha fesyen shibori dengan nama ‘Bandung Batik Shibori’ alias BBS.

Tidak sampai di situ, pada November 2018 pun Ibu Imas ‘Shibori’ melegalkan usahanya dalam bentuk CV yang diberi nama CV. Kriya Puspa Nusantara yang menaungi tidak hanya usaha penjualan produk fesyen shibori namun juga Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Ibu Imas yang telah memiliki sertifikasi sebagai pelatih dan pengrajin batik dan shibori, seringkali memberikan pelatihan shibori dan beragam kriya lainnya bersama teman-teman pengarajin kriya (seperti kriya kalung dan ecoprint). Pelatihan tersebut dibuka bagi seluruh masyarakat umum yang tertarik belajar shibori dan beragam kriya. Ibu Imas juga cukup aktif dalam membantu program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pegadaian dan PT. Pupuk Indonesia Energi dengan memberikan pelatihan shibori bagi anak-anak pesantren yatim piatu dan kaum dhuafa juga sahabat disabilitas Bandung. Seluruh kegiatan dilaksanakan di LKP Kriya Puspa Nusantara atau disingkat ‘Kriyantara’ yang bertempat di Komplek Bukit Padjadjaran No.44 Jalan Pasir Impun Bandung.

Persaingan meningkat seiring dengan kian bertambahnya pelaku usaha fesyen dan shibori, Bandung Batik Shibori ‘BBS’ tetap menjaga ciri khas motif alam one-piece-one-design nui (teknik jahit) yang mendetail, pewarna alami terutama biru indigovera yang cantik, kualitas shibori handmade-nya, jahitan rapih butik, juga model yang unik, meskipun harus menjual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan pesaing yang menjual secara massal.

Banyak sekali pengalaman yang didapatkan setelah masuk ke dunia fashionpreneur. Ibu Imas memang memerlukan effort atau usaha yang cukup besar mengingat beliau belum memiliki latar belakang sebagai desainer atau fashionpreneur sebelumnya. Kegiatan Bandung Broadway 2019 merupakan fashion show terbuka pertama kali yang diikuti oleh Ibu Imas dan ‘BBS’ nya. Bandung Broadway juga menjadi titik cerminan beliau akan kemampuannya dalam bidang fashion design, memang masih jauh dari sahabat desainer lain yang sudah lama malang melintang di bidang ini, namun hal itu tidak menghalangi niat dan semangat beliau untuk terus maju mengembangkan produk dan brand-nya, “minimal satu tahap dan satu langkah sudah dilalui oleh BBS,” ucap beliau. “Senang bisa memberikan kehidupan bagi yang lain, bisa menuangkan ide sesuai keinginan, dan yang penting memperbanyak saudara yang bisa berbagi kebahagiaan. Jadi menghadapi persaingan yang semakin ketat, kita harus selalu mengembangkan produk dan diversifikasi produk, memperluas pasar, dan tetap fokus” tambahnya.

Ibu Imas ‘Shibori’ kini juga telah bergabung dalam komunitas Fesmus dengan produk shiborinya. Beliau mengungkapkan, “Hal yang dirasa menyenangkan adalah bisa mengenal banyak sahabat yang satu profesi dengan pengalaman dan kompetensinya masing masing, serta kita bisa belajar banyak kepada mereka. Bergabung dengan salah satu komunitas yang mampu memberikan wawasan, membangun kompetensi sebagai pengusaha dengan tetap menjalin tali silaturahmi yang baik. Dalam usia usaha yang baru satu tahun dan sudah bisa ikut berjalan berdampingan dengan para pengusaha senior itu yang cukup membanggakan.”

Meskipun memiliki usia yang tidak lagi muda, Ibu Imas selalu memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai cita-citanya membuat usaha shibori-nya semakin besar, mengingat banyak supporter mendukungnya. “Anak-anakku yang selalu support usaha ini, terutama anakku yang perempuan yang sempat mengikuti IWPC (Inspiring Women Preneur Competition 2018). Juga teman teman seperjuangan di RupaRupi Handicraft Market Bandung. Jadi jangan pernah takut bermimpi untuk meraih bintang. Bermimpilah setinggi mungkin, jangan takut jatuh, sebab kalaupun jatuh kita akan jatuh diantara bintang-bintang. Dalam hal ini kesuksesan itu perlu proses, dan dalam proses itu akan banyak tantangan dan kesulitan, hadapi dan terus melangkah,” ujar bu Imas.

Banyak sekali rencana yang sudah di persiapkan bu Imas untuk pengembangkan produk-produknya. Produk yang memiliki ciri khas tersendiri dengan kualitas terjamin agar bisa memasuki pasar yang lebih luas. Sambil memberikan edukasi kepada masyarakat tentang produk ‘BBS’, melaui kegiatan-kegiatan pameran seperti Inacraft dan fashion show dalam skala nasional.

Ibu Imas ‘Shibori’ berharap kelak dapat mengikuti pameran, fashion show dan memasarkan produk Bandung Batik Shibori di luar negeri. Lalu menjadikan LKP Kriya Puspa Nusantara agar memberikan kontribusi bagi peningkatan SDM Indonesia. “Mengembangkan usaha dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak, berbagi ilmu dan pengalaman berusaha, menjalin tali silaturahmi yang baik dan menambah saudara. Salam sukses, tetap berkarya buat fesmuser, agar mencapai cita dan semoga selalu dalam ridho Allah SWT,” lengkapnya.

IG : @shiboribdg; @kelirbinangkit; @kriyantara44

Categories: Fashion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *