Sering kali ketika memiliki minat untuk berbisnis menghadapi suatu kebingungan tersendiri. Saya mau bisnis apa ya? Apa bisnisnya bisa besar? Nah! Dalam kesempatan ini kita akan membahas peluang bisnis di bidang creative economy.

Asal mula creative economy ini berawal dari istilah creative industy dimana kreatif Istilah ‘industri kreatif’ mulai digunakan sekitar dua puluh tahun yang lalu untuk menggambarkan berbagai kegiatan, beberapa di antaranya berada di antara yang tertua dalam sejarah dan beberapa di antaranya hanya muncul dengan munculnya teknologi digital. Banyak dari kegiatan ini memiliki akar budaya yang kuat dan istilah ‘industri budaya’ sudah digunakan untuk menggambarkan teater, tari, musik, film, seni visual dan sektor warisan, meskipun istilah ini sendiri kontroversial karena banyak seniman merasa merendahkan pikirkan apa yang mereka lakukan, dengan cara apa pun, sebuah ‘industri’.

Dua puluh tahun kemudian, konsep ‘industri kreatif’, dan kepentingannya, diakui oleh hampir semua pemerintah di dunia dan mulai memberi jalan kepada gagasan yang jauh lebih inklusif tentang ‘ekonomi kreatif’ yang lebih luas. Tentu saja, keinginan untuk mendefinisikan industri tertentu sebagai ‘kreatif’ tetap ada, dan tidak diragukan lagi akan terus demikian. Di beberapa negara, definisi ini berkisar seputar seni dan budaya. Negara-negara lain memiliki definisi yang lebih luas yang mencakup, misalnya, makanan dan gastronomi atas dasar bahwa makanan dan masakan memiliki makna ekonomi dan budaya.

Pemerintahan Indonesia pun akhirnya membentuk badan khusus yang khusus membantu perkembangan ekonomi kreatif dengan membangun Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada 20 Januari 2015, melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif, dimana Badan Ekonomi Kreatif bertugas membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif. Dalam menjalankan tugas tersebut, Bekraf menyelenggarakan beberapa fungsi, sebagai berikut: Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif. Source (www.bekraf.go.id/profil/tugas)

Subsektor pengembangan Bekraf

1. Aplikasi dan pengembangan permainan

2. Fashion

3. Kriya

4. Film Animasi dan video

5. Kuliner

6. Musik

7. Arsitektur

8. Design Interior

9. Design Komunikasi Visual

10. Design produk

11. Fotografi

12. Penerbitan

13. Periklanan

14. Seni pertunjukan

15. Seni Rupa

16. Televisi dan Radio

Pada kesempatan MIKTA di Bandung, kemarin ibu Endah Wahyu Sulistianti Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Mengungkapkan bahwa potensi ekonomi kreatif di Indonesia sangat besar, dari GDP 922.59 Millyar Rupiah, dengan nilai tersebut memberikan kontribusi sebesar 7,44% terhadap perekonomoian Nasional, ini menempatkan Indonesia menempati peringkat ke 3 setelah Amerika dan Korea Selatan (data 2016). Sedangkan pada tahun 2017 ekonomi kreatif pengalami pertumbuhan sebesar 5.25% dengan nilai export US$20.50 Billion di tahun 2017 dan dapat mempekerjakan lebih dari 17 juta orang.

Ekpor dari Indonesia Creative Economy pada 2017 sebesar USD $20.50 Billion. Untuk memberikan dampak lebih positif Bekraf dan Deplu akan menyelenggarakan event Wold Conference on Creative Economy di Nusa Dua Convention Center Bali 6-8 Oktober 2018 mendatang.

Dari sini memperlihatkan kesempatan berbisnis di bidang kreatif ekonomi sangat besar menghasilkan pendapatan ekonomi yang besar. Empat subsector yang berandil besar antara lain kuliner, fashion, kriya, film, animasi & video, aplikasi & games, serta music. Nah! Buat kamu yang sudah bergerak di bidang tersebut harus terus berkarya dan tidak menyerah.

Sebagai contoh dari ekonomi kreatif, seperi Gojek, Bukalapak, Tokopedia, startup yang sudah menjadi unicorn, banyak lagi dalam bidang fashion, brand baru, hijab. Produk makanan yang terus melakukan inovasi dan mengalami perkembangan.

Untuk bertahan dalam berbisnis di bidang kreatif ekonomi adalah, karya inovasi, yang terus menerus sebagai kunci keberhasilkan dalam mempertahankan dan bersaing. Semangat wirausaha, untuk Indonesia menjadi lebih baik, amin

 

Photo source Pixels

Categories: Informasi Lifestyle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *