Fesmuser sering kali kita memikirkan hal-hal tentang diri kita di saat kita sendiri, apalagi ketika sedang hujan ya… Sekarang banyak hal yang sama terpikirkan mengenai penghidupan kita.  Nah! Kita coba simak salah satu share dari dari foodpreneur Rizka (Panggilan izka). Dari sharenya semoga menjadi bahan renungan yang bisa menjadi inspirasi kita ya…

Awali hal ini kita pikirkan, klo Kamu mau jadi apa nich!
Berapa lama kita punya waktu hidup di dunia ini?
Kuy! kita uraikan berdasarkan waktu kita hidup yang rata-rata, usia 65thn
Kita menjalankan waktu sekolah- kuliah 15 thn. Umur tua yang tidak produktif 10thn. Jadi sisa hidup 40 thn
Waktu kita tidur dan istirahat10 thn tidur. Nah! Sisa 30 thn mau di pake apa lagi ya!
Ok! Kita plot 10 thn untuk berkarya
Sisanya 20 thn untuk hobi kamu senangi asyik pan… Jadi “Dont weaste your time” dengan hal tak penting atau tidak  bermanfaat. Hindari hal-hal yang medekati dosa juga ya… dan jangan lupa perbanyak ibadah juga.

Waktu 10thn berkarya dengan berbisnis. Kenapa 10 thn harus berbisnis karena saya (Izka) terinspirasi dari buku hadist dan sirah  nabawi kalimat pertanyaan dari Umar kepada Rasullah  :
“Manakah pekerjaan terbaik bagi seorang muslim? Apakah berdagang lebih utama dari lainnya? Ataukah pekerjaan terbaik tergantung dari keadaan tiap individu?

Ada yang pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ  عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ

“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad 4: 141, hasan lighoirihi)

Bukan berarti bekerja itu tidak baik, namun yang lebih mulia adalah berdagang, Ujar Izka.
Tapi, fenomena yang terjadi anjuran Rasullulah itu sudah banyak dilupakan, bahkan yang mengamalkan itu kebanyakan non muslim. Terlebih jika kita melihat data statistika pengusaha di Indonesia 90% adalah non muslim. Jadi kemana aja atuh pengusaha muslimnya…?

Kebanyakan orang yang saya ketemui dan di ajak berwirausaha, selalu tidak Pede (tidak berani karena alasan tidak ada modal)
Padahal saya membuktikan bahwa usaha itu bukan masalah modal tapi masalah tekad dan keyakinan. Hal ini terbukti dari pengusaha sukses lainnya di sekitar saya.
Sesungguhnya orang tidak berani itu melupakan satu hal penting yakni, bahwa setiap orang di beri rejeki yang sama, tergantung cara kita mencari nya.
Analogi nya … ayam (patuk2 ada yang santai ada yang cepat)
Jadi jangan banyak merasa takut untuk berbisnis, tergantung dari kitanya khan atas usaha dan doa.

Tidak hanya itu, persepsi yang ada saat ini dan tertanam hampir lebih dari 90% dari orang yang ingin berbisnis memiliki pola konvensional.
Yang dimaksud Konvensional disini adalah klo pengen bisnis besar harus dengan modal besar, kata lain jadi pengen usaha sukses harus berhutang, dan akhirnya terjebak dalam riba. Padahal Islam sendiri sudah mengajarkan cara berbisnis Islami.
Jadi jangan takut dan mulai dari sekarang jadi pengusaha. Usaha, doa dan beribadah, semoga menjadi berkah buat semua, ujar Rizka Rahman kepada fesblog.
IG : @rizkarahmans
Youtube : rizka rahmanPhoto koleksi pribadi
Categories: Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *