Mungkin bagi orang yang normal mengakses audio Al Quran di internet sangat lah mudah. Kita dapat search lihat konten youtube atau dapat mengakses audio QIP. Namun pernahkah terbayang bagaimana orang tuna rungu yang tidak bisa mendengarkan indahnya lantunan ayat suci Al Quran ataupun mempelajarinya.

Nah! kali ini telah launching pertama di Indonesia, Quran Indonesia Project Isyarat (QIP) dengan hastag #quranidprojectisyarat . Yang alhamdulillah dapat membantu memahami lantunan ayat suci Al Quran lebih mudah bagi orang tuna rungu.

Cucu B.J habibie yang tidak lain adalah Inisiator QIP, Archie Wirija bersama dengan Ibu Galuh dengan rahmat dan hidayah Allah SWT dapat merealisasikan, menyebarkan Al Quran yaitu menjurubahasakan dengan bahasa visual yaitu bahasa isyarat Indonesia dan Arab. Sehingga teman-teman tuli yang selama ini tidak memiliki akses untuk belajar dan memahami Al’quran. Tanggal 17 Maret 2018 telah dilaksanakan acara launching QIP Isyarat dengan pembicara seperti Surya Sahetapy. Hadir pula artis seperti Dewi Sandra dan Afgan Syahreza.

QIP sendiri adalah rekaman Al Quran dalam bentuk audio yang direkam dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris dan bisa di download gratis di quranindonesiaproject.com atau streaming di smartphone kita. Alasan pertama pendirian QIP adalah kebutuhan audio Al Quran dalam bahasa yang dapat dimengerti. Sehingga Archie melakukan sendiri proses perekaman rekaman di rumahnya.

Visi QIP sendiri adalah  memudahkan akses masyarakat terhadap Al Quran dan terjemahannya agar bisa di dengarkan dimana saja. Dan dengan misi menyampaikan nilai-nilai Al-Quran kepada lebih banyak generasi produktif yang kesehariannya dinamis.

Saat ini terdapat 231 kontibutor yang terdiri dari kalangan public figure, qori, bahkan masyarakat biasa. Public figure yang turut berpatisipasi antara lain Raisa, Afgan, Rossa, Dian Sastro, Tasya Kamila, Zivana Letisha, Ge Pamungkas, dan masih banyak lainnya.

Target utama Quran Indonesia Project adalah generasi muda atau remaja yang masih produktif. Pendengar QIP sendiri telah mencapai 50 negara, diantaranya Indonesia, United states, Malaysia, Singapore, Germany, United Kingdom, Japan, France, Netherlands, Korea Selatan, Saudi Arabia, Taiwan, Australia, HongKong, Sweden, dan masih banyak lainnya. Semoga kita tetap bisa membaca, mengkaji dan mengamalakan Al-Quran dalam kehidupan kita sehari-hari, amin. Sehingga bisa dapat berkarya dan memberikan kontribusi yang positif untuk kemajuan umat, oleh Dita Hanifa untuk fesmus blog (fesblog) fesmus.com

Categories: Informasi Lifestyle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *