Evi Nafiatul Arif, pemilik brand “Sketch Design” lahir di Bandung September 1987, terakhir lulus dari diploma kebidanan Poltekes Bandung, dan sekarang  sedang menyusun skripsi di strata satu Manajeman Rumah Sakit  di Esa Unggul Jakarta. Berawal terjun jadi designer pada tahun 2005. Hobi Evi adalah menggambar dan bercita-cita ingin jadi designer. Tapi karena dulu tidak direstui orang tua untuk kuliah fashion design, akhirnya Evi cuma membuat gambar- gambar sendiri sambil kuliah kebidanan. Evi waktu kecil sempat bercita-cita jadi astronot karena ingin jalan jalan ke luar angkasa namun akhirnya menekuni bidang Fashion sampai sekarang. Dikarenakan memang bercita-cita ingin jadi fashion designer, dan senang aja ….waktu liat orang pakai baju yang kita buat ujar Evi. Sehingga Evi pun berpendapat bahwa hobi memiliki pengaruh besar terhadap apa yang kita kerjakan. Klo kerjaan kita berdasarkan hobi rasanya seneng terus, meski cape atau ada hambatan, akan tetep gembira karena kerja dari hati.

Kesukesan Evi ini sangat di dukung oleh suami, yang diawalin dari izin suami Evi untuk membuktikan kemampuan diri dan hobinya di bidang fashion design yang Alhamdulillah membuahkan hasil, dan akhirnya orang tua dan semua keluarga menjadi mendukung. Dengan tekad yang kuat membuat Evi bisa bertahan sampai sekarang. Dimana Evi sudah merasa design fashion sebagai passion, jadi ketika menjalaninya bisa maksimal. Sampe akhirnya tahun lalu dikasih kepercayaan oleh suami untuk membuktikan kalau fashion designer itu bukan cuma hobi, dan akhirnya beranikan diri untuk ikut salah satu pameran baju Muslim di Jakarta.
Dengan persiapan yang singkat, tapi dengan hasil yang bisa meyakinkan suami dan keluarga untuk percaya kalau ini memang passion saya. Alhamdulillah sehingga dari situ suami support terus, ungkap Evi. Pencapaian yang paling menyenangkan saat pertama kali ikut pameran. Sebenarnya Evi merasa kurang percaya diri, Apakah orang akan suka dengan hasil karya Evi atau tidak? Tapi Alhamdulillah ternyata booth Evi saat itu dikunjungi Mba Cintami Atmanegara, dan beliau tanya ke asisten “Apa ikut fashion show?” Dan waktu asisten bilang tidak ikut mba”, beliau pun bilang sayang banget… padahal bagus-bagus”.

Lalu dikunjungi juga oleh buying director dari Modanisa Turki, hingga bisa ketemu sama Franka Soeria seorang fashion stylist, yang sampe sekarang bikin aku makin semangat untuk terus maju. Kebetulan terakhir bulan September 2017 kemarin sempet diajakin untuk fashion show d Istanbul Modest fashion week oleh Franka, meskipun saya belum bisa ikut.

Dalam melakukan bisnis fashion hijab ini Evi pun mengalami hambatan terkait dengan marketing dan operasional. Masalah operasional dimana produksi terhambat waktu karena proses menjahit, dengan lokasi penjahit dan rumah cukup jauh sehingga kurang effectif dan makan waktu untuk kontrol produksi. Dari sisi marketing, masih mulut ke mulut, sedang direncanakan sistem online yang baik, karena selama ini belum ada orang yang bertanggung jawab handle online.

Tantangan ke depan menurut Evi, akan semakin banyak designer Muslim yang keren-keren, dan banyak juga para produsen modest fashion yang jual dengan harga miring, sehingga mempengaruhi harga jual kita. Tapi ya… rejeki kan! nga kemana, udah ada yang ngatur… Saya cuma bisa melakukan yang terbaik untuk selalu buat karya yang beragam, dan beda dari yang lain. Masalah harga kan prinsipnya ada harga ada kualitas, jadi selama kualitas kita baik ya…. tidak usah takut dengan orang yang banting-banting harga. Keunggulan produk Sketch Design, saya berusaha membuat produk dari bahan yang terbaik, nyaman dengan kualitas premium dengan warna biasanya saya suka warna basic dan pastel. Dengan model karya Evi yang lebih simple tapi elegan. Tetap dengan inovasi yang berbeda biar tidak monoton dan bosan.

Motto dari Evi  adalah “believe in yourself and follow you heart”. Jadi pencapaian sekarang ini semuanya tidak lepas dari keyakinan akan apa saya mau, apa yang saya suka, apa yang saya ingin lakukan. Saya percaya saya bisa, dan akhirnya orang di sekitar yang under estimate ke kita pun yakin akan itu.

Evi merasa dirinya belum bisa dibilang sukses, “karena saya juga masih merintis, masih mencoba untuk berdiri tegak. Saya sih ….cuma bisa kasih pengalaman aja… kalau kita berjuang untuk menggapai sesuatu, saya yakin apa yang kita mau itu akan terwujud. Dengan impian terbesar adalah karya saya bisa dikenal masyarakat banyak, dan bisa jadi orang yang berguna buat orang di sekeliling saya.”

Melalui artikel saya ini berharap dapat memberikan inspirasi dalam berusaha mewujudkan mimpi, apapun itu. Meskipun awal tidak mendapat restu, tidak ada yang percaya kemampuan kita, tapi kita harus percaya kita bisa dan terus berkarya dan selalu berdoa pastinya. Percaya lah suatu saat mimpi kamu pasti akan menjadi nyata.

Rencana projek ke depan, Evi ingin bisa ikutan acara yang lebih besar, ingin bisa fashion show di acara besar seperti di Jakarta Fashion Week, Istanbul modest fashion week, dll. Dalam waktu deket ini ada rencana kerjasama untuk buat produk ready to wear dan  sedang persiapan online sistem kita, salah satunya dengan Fesmus.com. Harapan saya bergabung dengan Fesmus.com adalah berharap Fesmus.com dapat menjembatani para designer muda untuk bisa mengembangkan diri ujar Evi untuk Fesblog.

*Photo & Gaun koleksi pribadi Evi

Categories: Designers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *